EVALUASI KAPASITAS TAMPUNG AIR EMBUNG PADA DAERAH LAYANAN AIR MINUM EMBUNG TIRAWAN KABUPATEN KOTABARU TERHADAP JUMLAH PELANGGAN

Article History

Submited : March 16, 2022
Published : April 4, 2022

Musim kemarau bagi masyarakat Kabupaten Kotabaru merupakan periode tersulit dalam kurun waktu satu tahun yang disebabkan oleh fenomena kelangkaan air. Sebagian besar masyarakat Kabupaten Kotabaru bergantung pada penyediaan air dari PDAM. Berbagai upaya pemenuhan kebutuhan air baku masyarakat dilakukan seperti pembangunan embung Tirawan yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air baku masayarakat.

Dalam mengukur kapasitas optimal embung dilakukan perhitungan kapasitas tampung air embung serta investigasi area embung Tirawan. Analisis melalui perhitungan curah hujan metode Log Pearson Tipe III. Untuk membandingkan kapasitas tampung dan debit andalan terhadap kebutuhan air pelanggan, Sehingga dapat diketahui kekuatan pelayanan embung Tirawan untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan periode musim kemarau saat ini dan dengan periode ulang 5, 10 dan 20 tahun.

Sehingga diperoleh kapasitas tampung air embung Tirawan sebesar 210.014 m3 dengan kapasitas pengaliran embung Tirawan pada periode ulang 0, 5, 10 dan 20 tahun, terhadap debit kebutuhan air pelanggan berturut-turut adalah Q aliran 0th = 38.43 m3/detik > Q kebutuhan 0th = 0,0632 m3/detik, Q aliran 5th = Q aliran 5th = 67,34 m3/detik >  Q kebutuhan 5th = 0,0688 m3/detik, Q aliran 10th = 91,97 m3/detik > Q kebutuhan 10th = 0,0749 m3/detik dan Q aliran 20th =121,03 m3/detik > Q kebutuhan 20th = 0,0887 m3/detik diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan air pelanggan periode musim kemarau kala ulang 0, 5, 10 dan 20 tahun berturut-turut selama 92 hari, 85 hari, 78 hari dan 66 hari.

Irwan Azhar, & Teguh Jaka Saputra. (2022). EVALUASI KAPASITAS TAMPUNG AIR EMBUNG PADA DAERAH LAYANAN AIR MINUM EMBUNG TIRAWAN KABUPATEN KOTABARU TERHADAP JUMLAH PELANGGAN. MetrikS: Jurnal Teknik Mesin, Listrik Dan Sipil, 1(1), 10–15. Retrieved from https://www.ejournal.poltekktb.com/index.php/metriks/article/view/7
Fulltext